SKOR PPH (POLA PANGAN HARAPAN)

Skor PPH (Pola Pangan Harapan) menjadi salah satu IKU (Indikator Kinerja Utama) OPD yang membidangi Ketahanan Pangan, bahkan menjadi salah satu parameter keberhasilan Kepala Daerah. Semakin tinggi skor PPH, bermakna semakin tinggi pula tingkat keberagaman konsumsi pangan masyarakat. Semakin tinggi tingkat keberagaman pangan, semakin tinggi pula kecukupan gizi masyarakat. Semuanya akan bermuara pada semakin tingginya…

Continue reading →

LOMBA MAKANAN KHAS JAWA TENGAH DAN KOPI KHAS JAWA TENGAH

  Lomba Makanan Khas Jawa Tengah dan Kopi Khas Jawa Tengah dilaksanakan pada tanggal 12-13 Mei 2018 di Anjungan Provinsi Jawa Tengah, TMII Jakarta, diikuti oleh 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan Event Tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang berkedudukan di Jakarta. Jenis makanan khas Jawa Tengah yang dilombakan adalah…

Continue reading →

Bimbingan Teknis Tematik Bawang Putih

30 orang petani bawang putih di Kabupaten Karanganyar mengikuti Bimbingan Teknis Tematik Bawang Putih di Balai Penyuluhan Kecamatan Karangpandan, selama 5 hari (7 s/d 11 Mei 2018). Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Kementerian Pertanian RI. Samino, SP., MM. (Petugas di…

Continue reading →

INFORMASI SERTA MERTA

PPID Pembantu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar tidak menyediakan Informasi Serta Merta Informasi serta merta biasanya memuat informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang dan sifatnya mendadak. Seperti informasi tentang peringatan dini tsunami, potensi pencemaran lingkungan yang mengancam seperti kebakaran, minyak mentah yang tumpah, atau yang berkaitan dengan kepentingan umum dan yang berpotensi menimbulkan…

Continue reading →

KWT KARANGANYAR TIDAK ADA MATINYA

Awalnya mereka hanyalah satu kelompok kerja bakti, atau kelompok rutin arisan, atau yang memiliki usaha bersama kecil-kecilan, atau satu kelompok pengajian dalam satu RT atau satu dusun…. Setelah bersua dengan PPL, mereka bersepakat untuk ‘naik kelas’ membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesepakatan tersebut selanjutnya mendapatkan pengakuan dari pemangku wilayah setempat, baik kepala desa atau lurah….

Continue reading →